Hakikat Trading

Jalan menuju menjadi trader papan atas adalah sebuah proses “mengenali diri, mengenali dunia, dan mengenali sesama”. Ini bukan pertarungan melawan pasar, melainkan pertarungan melawan diri sendiri.

Tahun ini (2024), saya berhasil menyelesaikan target membaca 100 buku, menandai tercapainya rencana membaca tahunan saya. Buku-buku yang saya baca mencakup berbagai bidang seperti sains, kedokteran, psikologi, seni, ilmu sosial, sastra, investasi, dan trading. Di antara semua itu, banyak sekali karya-karya yang luar biasa. Oleh karena itu, setelah saya rangkum, saya ingin memberikan beberapa rekomendasi. Sebenarnya ada banyak sekali buku bagus yang layak dibaca, namun agar daftar rekomendasi ini tidak terlalu panjang, saya harus memilih yang terbaik dari yang terbaik. Buku-buku di bawah ini adalah yang menurut saya setidaknya layak mendapat empat atau bahkan lima bintang (dari skala lima bintang penuh).

Mungkin karena buku-buku ini telah memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman saya, atau mungkin karena saya mendapatkan banyak pengetahuan berharga, atau bisa jadi karena buku-buku ini menyentuh hati saya begitu dalam, membuat saya merasakan sukacita atau kesedihan. Buku-buku ini akan saya baca ulang di masa mendatang. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya buku-buku tersebut bagi saya, sekaligus membuktikan kualitas dan nilai dari daftar rekomendasi ini.


Ini adalah Buku ke-3 dan ke-4:

Market Wizards - Jack D. Schwager

Judul Asli: Market Wizards - Jack D. Schwager

The New Market Wizards - Jack D. Schwager

Judul Asli: The Market Wizards - Jack D. Schwager


Market Wizards dan The New Market Wizards adalah dua buku wawancara klasik karya Jack D. Schwager, yang mendokumentasikan percakapan dengan sejumlah trader papan atas, manajer hedge fund, dan berbagai “master” keuangan lainnya. Para trader yang diwawancarai memiliki kepribadian dan gaya trading yang beragam (ada yang fokus pada futures komoditas, ada yang lebih suka trading forex, ada yang condong ke strategi makro global, dan ada juga yang ahli dalam trading kuantitatif). Namun, satu hal yang konsisten adalah bahwa mereka semua memiliki tingkat kinerja yang luar biasa.

Penulisnya sendiri dulunya adalah seorang trader, meskipun bukan trader yang terlalu sukses (tentu saja, sekarang ia adalah seorang penulis yang sangat sukses). Ia sangat ingin tahu apa rahasia di balik kesuksesan para trader papan atas, dan dari situlah lahir dua buku wawancara klasik ini. Di dalamnya, kita bisa menemukan momen-momen gemilang dan pengalaman pahit para trader.

Momen-momen Gemilang Beberapa Trader:

Penderitaan Beberapa Trader:

Momen gemilang itu langka, sementara penderitaan tidak ada habisnya… Saya tidak akan menyebutkan semuanya satu per satu, intinya hampir sama: kerugian, dan kerugian yang sangat parah.

Apa Saja Kualitas Dasar Trader Papan Atas?

Sebagai seorang trader yang telah mencapai profitabilitas stabil, saya akan berbagi pengalaman dan wawasan saya tentang trading, dengan menggabungkan pengalaman praktis, serta berbagai referensi dari buku dan wawancara lainnya. Ini bukan lagi sekadar membahas dua buku tersebut, melainkan lebih jauh membicarakan hal-hal besar dan kecil seputar dunia trading.

Apa saja ciri-ciri yang dimiliki oleh trader papan atas yang sukses? Dan bagaimana pula dengan para investor/trader amatir yang mudah rugi? Poin-poin di bawah ini dapat membantu Anda membedakan siapa saja yang merupakan penipu, para amatir yang mudah rugi, atau penjudi di pasar, dan siapa saja yang benar-benar trader hebat.

Trader Papan Atas Memiliki Kualitas Dasar Berikut:

1. Tidak Menganggap Uang sebagai Uang. Bagi trader papan atas, trading adalah permainan di mana uang menjadi skor. Terlalu peduli pada uang dalam permainan ini justru akan membuat Anda kehilangan uang.

Para investor/trader amatir yang mudah rugi terlalu peduli pada uang. Sedikit saja mengalami kerugian, mereka enggan melakukan cut loss dan menjual, lalu terjebak dalam perjalanan panjang untuk mengembalikan modal. Para amatir yang mudah rugi terlalu peduli pada uang, sehingga begitu membuka posisi, mereka sudah mulai membayangkan dan menghayal kehidupan setelah meraup keuntungan besar—mobil mewah, wanita cantik, pesta pora. Kemudian, begitu ada sedikit keuntungan atau sedikit retracement dari keuntungan, mereka langsung take profit dan kabur dengan sedikit laba, karena meskipun transaksi ini tidak bisa membuat kaya mendadak, setidaknya keuntungan kecil yang sudah di tangan tidak boleh lepas begitu saja.

Trader papan atas sejati tidak menganggap uang sebagai uang. Mereka tahu bahwa semua ini hanyalah permainan angka. Jadi, apakah itu $100 atau puluhan juta dolar dalam satu transaksi, intinya sama saja jika proporsi risikonya serupa. Trader papan atas sejati fokus pada peningkatan skor mereka dalam permainan ini, sehingga mereka bisa tetap tenang dan tidak terpengaruh.

2. Fokus pada Manajemen Risiko. Ini adalah hal yang selalu ditekankan berulang kali oleh semua master investasi dan trader papan atas: Apa yang paling penting dalam investasi? Manajemen risiko, manajemen risiko, dan SUNGGUH manajemen risiko!

Para amatir yang mudah rugi tidak pernah mengelola risiko. Mereka mengabaikan hukum probabilitas, hanya terpaku pada keuntungan, berfantasi menjadi kaya mendadak, suka melakukan ‘all-in’ dengan posisi besar, suka mencari barang murah, gemar ‘menangkap pisau jatuh’ (istilah untuk membeli saat harga anjlok drastis), dan selalu mencari peluang seratus atau seribu kali lipat. Jika Anda ingin ‘menangkap pisau jatuh’, akan selalu ada dasar yang lebih dalam untuk ditangkap. Anda mungkin fokus pada keuntungan, tetapi pasar fokus pada modal Anda.

Trader papan atas sejati tahu bahwa mereka tidak akan selalu benar. Tingkat kemenangan rata-rata trader papan atas pun hanya sekitar 50%. Jika risiko tidak dikelola dengan baik, pasar akan melahap modal Anda. Trader papan atas tidak pernah mengambil posisi besar atau ‘menangkap pisau jatuh’. Mereka memahami pentingnya menghormati pasar, mengetahui bahwa ‘black swan event’ pasti akan terjadi, dan probabilitasnya jauh lebih tinggi daripada yang dibayangkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, setiap transaksi dihitung risikonya dengan cermat, dan mereka tidak akan pernah melakukan transaksi yang tidak menguntungkan, yaitu mengambil risiko besar demi keuntungan kecil.

3. Mencintai Trading.

Para amatir yang mudah rugi tidak benar-benar mencintai trading. Mereka hanya menikmati menghabiskan uang, tetapi tidak menyukai proses tradingnya. Oleh karena itu, mereka hanya menginvestasikan sedikit waktu untuk benar-benar belajar dan meneliti trading. Mereka tidak fokus pada pengembangan diri, hanya berharap investasi kecil dapat menghasilkan keuntungan besar, tidak mau meneliti, menganalisis, atau menghadapi kesalahan mereka sendiri. Mereka melakukan trading hanya karena mendambakan kekayaan instan. Emosi mereka naik turun mengikuti fluktuasi pasar; mereka tidak sedang trading, melainkan berjudi.

Mari kita perjelas definisinya di sini: Judi mengacu pada sistem dengan ekspektasi negatif, yang jika terus dilakukan akan menyebabkan kerugian. Trading mengacu pada sistem dengan ekspektasi positif, yang jika terus dilakukan akan menghasilkan keuntungan. Tidak ada perbedaan apakah aset yang diperdagangkan adalah saham AS, mata uang kripto, atau berbagai derivatif keuangan (kontrak opsi, kontrak futures, obligasi).

Para trader papan atas sangat mencintai trading. Mereka bekerja lebih keras daripada siapa pun. Selain memberikan imbalan finansial, trading itu sendiri penuh dengan kesenangan dan tantangan. Mereka tahu bahwa ada perbedaan mendasar antara trading sejati dan judi, sehingga mereka tidak berfantasi menjadi kaya mendadak. Sebaliknya, mereka fokus pada perbaikan proses, menjaga disiplin, dan menganalisis kesalahan mereka sendiri. Banyak trader papan atas sudah tertarik pada dunia bisnis dan keuangan sejak kecil.

4. Kepercayaan Diri yang Sangat Kuat. Kepercayaan diri yang benar-benar kuat menghasilkan ketiadaan rasa takut, bukan kesombongan atau keengganan untuk mengakui kesalahan.

Para amatir yang mudah rugi hanya memiliki ketakutan, tanpa kepercayaan diri. Mereka tidak memiliki sistem atau disiplin, tidak percaya pada penilaian mereka sendiri. Posisi yang menguntungkan tidak bisa mereka tahan karena takut keuntungan yang sudah di tangan akan hilang. Sementara itu, posisi yang merugi mereka pertahankan mati-matian karena takut menghadapi kesalahan mereka secara jujur, yang pada akhirnya mengubah kerugian kecil menjadi kerugian besar.

Trader papan atas sejati percaya pada sistem mereka dan memiliki disiplin mutlak. Mereka bisa tetap tenang dan tidak terpengaruh, baik saat pasar naik maupun turun. Mereka berani menahan posisi untung untuk membiarkan keuntungan terus bertumbuh, dan juga berani memotong kerugian dengan tegas, memadamkan kerugian besar sejak dini. Trader papan atas sejati berani menghadapi kesalahan mereka secara jujur. Ini datang dari kepercayaan diri, karena mereka tahu bahwa hanya dengan menghadapi dan memperbaiki kesalahan, mereka akan menjadi lebih baik.

5. Berani Mengakui Kesalahan. Trader papan atas lebih mahir dalam merefleksikan kesalahan mereka dan berani mengakuinya secara tepat waktu dibandingkan orang lain. Bagaimana Anda menangani kegagalan menentukan apakah Anda akan menjadi biasa-biasa saja atau luar biasa.

Para amatir yang mudah rugi tidak pernah mengakui kesalahan: Mereka berpikir bahwa mereka selalu benar. Jika untung, “Saya trader hebat, bahkan Warren Buffett pun tidak ada apa-apanya!” Jika rugi, “Saya lebih hebat lagi, saya investor nilai, pemegang saham spiritual, Warren Buffett masa depan.” Mereka selalu benar. “Saya cerdas dan hebat, saya punya pendidikan dan karier. Jika saya rugi di pasar saham, itu pasti karena pasar sengaja menargetkan saya.” Jika para amatir ini untung, mereka akan pamer ke mana-mana, menganalisis dan membuktikan bagaimana mereka dengan bijak melakukan poin 1, 2, 3 sehingga mendapatkan uang. Jika rugi, mereka akan diam seribu bahasa, percaya bahwa harga akan naik kembali cepat atau lambat. Para amatir yang mudah rugi berani bertanggung jawab atas keuntungan mereka, tetapi tidak pernah bertanggung jawab atas kerugian mereka, mereka hanya akan ‘melempar tanggung jawab’.

Para amatir ini harus memahami apakah mereka benar-benar melakukan trading atau investasi. Mereka yang ingin melakukan keduanya biasanya tidak akan berhasil di keduanya, dan hanya akan menjadi amatir yang menyediakan modal dan likuiditas bagi pasar.

Trader papan atas sejati tahu: “Jika saya terus-menerus rugi, itu pasti salah saya. Saya harus mencari cara untuk memperbaiki kesalahan saya.” Seorang trader bertanggung jawab 100% atas hasil tradingnya, dan tidak akan pernah menyalahkan pasar atau faktor eksternal. “Jika saya kehilangan banyak uang, itu berarti saya sama sekali bukan trader yang kompeten. Jika saya menghasilkan uang, itu hanya karena pasar sedang berpihak, keberuntungan saja. Dalam setiap transaksi, saya hanya berusaha untuk mengurangi kerugian atau tidak merugi sama sekali.”

6. Kecerdasan Bukan Keharusan. Trader papan atas berasal dari berbagai latar belakang; ada yang berlatar belakang keuangan, banyak juga yang beralih dari bidang non-keuangan, ada yang berpendidikan biasa, ada pula profesor ahli ekonomi. Namun, pada kenyataannya, trading tidak memiliki ambang batas IQ. Bahkan, orang yang terlalu ‘pintar’ lebih mudah menjadi sombong, tidak mau mengakui kesalahan, yang berujung pada kerugian besar. Yang dibutuhkan seorang trader papan atas bukanlah ‘kecerdasan’, melainkan kebijaksanaan.

Para amatir yang mudah rugi berpikir: “Trading itu kan cuma beli rendah jual tinggi, kan? Saya punya pendidikan tinggi, karier sukses, masak hal sesederhana ini butuh otak?” “Kalau rugi, itu pasti salah pasar, mana mungkin saya salah? Kalau jatuh, saya akan ‘menangkap pisau jatuh’, kalau jatuh lagi, saya akan ‘menangkap’ lagi. Kalau terus jatuh, saya akan jadi investor nilai. Kalau naik sedikit, saya langsung lari (take profit), lalu pamer di media sosial: Lihat, betapa hebatnya saya menghasilkan uang!” Jika harga naik, mereka akan bilang sudah mengantisipasi. Jika harga turun, mereka akan bilang sudah keluar. Lalu, saat larut malam tiba, mereka diam-diam menangisi posisi yang merugi.

Trader papan atas sejati berpikir: “Jika trading semudah itu, dan bisa dikuasai hanya dengan pendidikan tinggi, maka seluruh uang di dunia sudah Anda dapatkan semua.” Pada kenyataannya, pasar tidak mengenal belas kasihan, baik bagi orang pintar maupun orang bodoh, jadi tidak ada perbedaan. Trading tidak membutuhkan kecerdasan, melainkan kebijaksanaan, kerendahan hati, dan rasa hormat terhadap pasar. Trader papan atas bisa tetap tenang dan tidak terpengaruh, baik saat untung maupun rugi. Mereka tahu bahwa berapa pun yang mereka hasilkan adalah pemberian dari pasar. Jika mereka tidak menjaga kerendahan hati, pasar akan mengambilnya kembali, sehingga mereka tentu tidak akan pamer hasil trading setiap hari.


Bisakah Investor/Trader Amatir Mengubah Nasib Mereka dengan Mengikuti Trader Papan Atas? Tidak.

Pertama, gaya trading setiap orang berbeda, dan sulit untuk bertahan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kepribadian Anda. Kedua, karena Anda bukan trader itu sendiri, Anda tidak bisa meniru 100% dengan sempurna. Anda tidak akan ‘cut loss’ saat rugi, tidak bisa menahan posisi untung, dan akan cepat-cepat kabur setelah mendapat sedikit laba. Anda tidak bisa membuka posisi pada waktu dan titik yang sama persis; keterlambatan satu jam saja bisa membuat ruang keuntungan menjadi sangat kecil. Selain itu, seorang trader yang baik sudah dianggap luar biasa jika bisa mencapai tingkat kemenangan 50% dengan rasio keuntungan-kerugian 2:1. Jika Anda tidak mengikuti setiap transaksi, dan hanya mengikuti transaksi yang merugi, Anda hanya akan berpikir bahwa trader tersebut tidak memiliki kemampuan yang baik. Para amatir yang tidak memiliki strategi trading sendiri dan kemampuan berpikir independen hanya akan terus melanjutkan nasib sebagai amatir yang mudah rugi.

Apa gambaran besar dari trading? Ada berbagai aliran trading, dan setiap aliran dapat membangun sistem trading dengan ekspektasi positif. Setelah itu, yang terpenting adalah eksekusi. Ada analisis fundamental, analisis teknikal, kombinasi keduanya, price action, trading kuantitatif, arbitrase, trading jangka panjang, trading jangka pendek, dan lain-lain. Setiap aliran dapat menghasilkan trader papan atas, seperti yang terlihat dari wawancara dengan puluhan trader papan atas dunia.

Mereka masing-masing memiliki rekam jejak kinerja yang luar biasa dalam jangka panjang, termasuk manajer hedge fund papan atas. Yang penting adalah menemukan gaya dan model trading yang cocok untuk Anda, dan sisanya yang sangat penting adalah eksekusi yang konsisten. Jangan menganggap orang lain pasti salah hanya karena pemikiran mereka berbeda dengan Anda. Dua trader dengan gaya yang berbeda mungkin akan berdebat mengenai kondisi pasar yang sama, tetapi pada akhirnya, keduanya bisa jadi benar. Yang penting adalah menemukan gaya yang sesuai untuk diri Anda.

Kesalahpahaman Terbesar Orang Awam tentang Trading adalah Menganggapnya Mudah.

Sebagai seorang trader yang telah mencapai profitabilitas stabil, saya dapat dengan bertanggung jawab memberitahu Anda semua: hanya ada trader papan atas, tidak ada trader medioker. Ini seperti 0 atau 100. Programmer yang biasa-biasa saja masih bisa menjadi ‘kuli’ CRUD (Create, Read, Update, Delete), tetapi trader yang biasa-biasa saja cepat atau lambat akan menjadi amatir yang merugi. Untuk menjadi trader papan atas, seseorang perlu mendedikasikan perhatian penuh tanpa pekerjaan sampingan, memiliki minat yang kuat dan kemampuan belajar, pemahaman yang baik, serta eksekusi yang sangat kuat. Selain itu, dibutuhkan modal yang cukup untuk melakukan trial and error dan jaminan hidup. Seseorang juga harus mencurahkan upaya ‘007’ (bekerja keras tanpa henti) setidaknya selama tiga hingga lima tahun (tiga hingga lima tahun bagi mereka yang memiliki pemahaman tinggi; rata-rata membutuhkan lima hingga delapan tahun, dan banyak juga yang baru melihat hasil signifikan setelah lebih dari sepuluh tahun). Itu pun belum tentu berhasil. Ada banyak amatir yang terus merugi selama puluhan tahun dan masih berusaha mengembalikan modal. Jika seseorang bahkan tidak memiliki waktu, biaya, keberanian, tekad, dan kesabaran minimal tiga tahun ‘007’, maka sebaiknya lupakan saja jalur karier sebagai trader ini.

Trader bisa diibaratkan seperti atlet, musisi, atau pelukis. Anda tidak bisa begitu saja menjadi atlet atau musisi papan atas hanya dengan berusaha keras. Anda juga harus menerima bahwa Anda tidak bisa menjadi trader papan atas hanya dengan usaha. Untuk mencapai level tertinggi di bidang apa pun, waktu, keringat, rasa sakit, dan perjuangan yang dicurahkan hampir sama. Pemahaman dan ketahanan seseoranglah yang menentukan seberapa cepat ia bisa mencapai puncak gunung, sementara banyak yang bahkan tidak bisa menemukan jalan menuju gunung itu.

Siapa pun yang mencoba trading jangka pendek di pasar harus tahu bahwa lawan Anda adalah para trader papan atas yang bekerja keras dan berbakat. Jika Anda tidak bisa melampaui mereka, uang Anda akan diambil oleh mereka.

Bagi siapa pun yang tidak berencana menjadi trader papan atas, tidak memiliki minat pada trading, dan tidak ingin mencurahkan upaya besar untuk menempuh jalur trader penuh waktu, yang hanya ingin mendapatkan pengembalian rata-rata pasar sekitar 10-20% per tahun dengan mudah, maka jalan terbaik adalah jangan terlalu banyak bereksperimen yang tidak perlu. Fokuslah membangun kemampuan menghasilkan uang di luar pasar, Anda tetap bisa belajar investasi, lalu berinvestasi secara berkala (dollar-cost averaging) pada dana indeks saham utama AS. Lima tahun kemudian, Anda akan menemukan bahwa Anda telah melampaui sebagian besar investor/trader amatir yang merasa paling pintar, sejumlah besar hedge fund [1] dan berbagai ETF [2], serta 99% ‘trader medioker’ [3].

[1] Banyak hedge fund tidak bertahan lebih dari tiga tahun. Hedge fund yang sangat luar biasa (dengan aset kelolaan setidaknya ratusan juta dolar AS dan pengembalian tahunan minimal 50%) pada dasarnya hanya terbatas untuk karyawan internal atau investor besar yang dikenal.

[2] Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kebanyakan orang dalam memilih saham masih kalah dengan monyet yang memilih secara acak.

[3] Data statistik menunjukkan bahwa hanya 1% Day Trader yang bisa profit stabil selama setahun, dan yang bisa profit stabil lebih dari tiga tahun pasti lebih sedikit lagi.


Hakikat Trading

Jalan menuju menjadi trader papan atas adalah sebuah proses “mengenali diri, mengenali dunia, dan mengenali sesama”. Anda bukan bertarung melawan pasar, melainkan bertarung melawan diri sendiri.

“Mengenali diri” berarti jujur pada diri sendiri, jujur menghadapi keserakahan, ketakutan, dan kelemahan Anda. Ini berarti mengetahui apa kekuatan dan kelemahan Anda yang sebenarnya. Jika memang Anda salah, maka akui saja, jangan pernah ‘melempar tanggung jawab’ atau mencari alasan. Trading akan menyoroti sifat kemanusiaan dan kepribadian Anda dengan sangat jelas. Bisa berarti bisa, tidak bisa berarti tidak bisa. Keberanian untuk tidak membatasi diri adalah kebijaksanaan, dan keberanian untuk mengakui kekurangan diri juga merupakan kebijaksanaan. Inilah yang disebut dengan kesadaran diri.

Tao Te Ching, Bab 33: “Orang yang mengenal orang lain adalah cerdas, orang yang mengenal dirinya sendiri adalah bijaksana.”

“Mengenali dunia” berarti menghormati pasar dan menghormati risiko. Pasar tidak memiliki belas kasihan; pasar tidak peduli dengan posisi trading Anda. Di hadapan krisis besar yang sesungguhnya, semua orang hanyalah semut. Hormatilah pasar, dan selalu jaga kerendahan hati. Jika Anda menunjukkan kesombongan atau keangkuhan, pasar akan segera memberi Anda pelajaran. Jika Anda tidak menerima pelajaran dari pasar, kebangkrutanlah yang menanti Anda.

“Mengenali sesama” berarti menjadikan orang lain sebagai cermin, melihat keserakahan dan ketakutan yang mengalir setiap hari di pasar, serta berapa banyak penipu yang merajalela. Ini mengingatkan diri sendiri bahwa jika kita tidak rendah hati dan tidak jujur, kita tidak akan berbeda dengan ribuan amatir yang mudah rugi dan penjudi di luar sana. “Mengenali sesama” juga berarti mampu melihat ribuan penderitaan manusia di dunia, dan dapat berkontribusi kembali kepada masyarakat melalui kegiatan amal, membuat dunia sedikit lebih baik. Banyak investor dan trader papan atas juga merupakan filantropis dan pendidik yang luar biasa. Jika miskin, fokus pada diri sendiri; jika kaya, bantu orang lain. Seperti Buddha, menyeberangkan orang lain sekaligus menyeberangkan diri sendiri. Orang yang hanya mementingkan keuntungan pribadi tidak akan pernah menjadi master.

Proses “mengenali diri, mengenali dunia, dan mengenali sesama” ini bersifat bertahap, namun juga saling terkait, saling memberi umpan balik, dan saling memperkuat. Tidak ada satu pun yang bisa diabaikan. Inilah ‘jalan’ (dao) bagi seorang trader papan atas; teknik (shu) menjadi kurang penting. Oleh karena itu, para trader papan atas juga merupakan pemikir yang hebat, mereka adalah orang-orang yang menjalani ‘jalan’ (dao) dan memiliki kesadaran diri.


Itulah beberapa pemikiran dan wawasan saya tentang trading. Kedua buku ini juga sangat layak untuk dibaca berulang kali oleh mereka yang tertarik. Setiap buku karya Jack D. Schwager selalu bagus. Meskipun ia bukan trader yang sukses, ia adalah penulis yang sangat berhasil. Menemukan jalan yang Anda cintai dan sesuai untuk diri sendiri juga merupakan pilihan yang sangat bijaksana.